Minggu, 03 April 2011

Ziarah WALI Perlukah?

kita mengenal islam itu di akui atau tidak, maka tak lepas dari usaha para wali di jawa, indonesia umumnya, itu ngakui, atau tidak memang kenyataanya begitu, sama kita ngenal islam itu, di akui atau tidak, adalah juga atas jasa nabi muhammad, dengan jasa dari orang tersebut, pantas nggak kalau kita sama sekali tidak mengucapkan terima kasih, kalau menurutku itu ndak pantas, karena man lamyaskurinnasa fahua lam yaskurilloh, siapa yang tidak berterima kasih pada manusia maka dia tidak bersukur pada Alloh, nah ziarah para wali itu cuma sekedar rasa terima kasih kita pada perjuangan mereka, ya kalau mereka masih hidup, maka kita bawakan aneka jajanan, tapi karena mereka sudah meninggal, dan ndak butuh jajanan, maka ki ziarahi mkam mereka, maka orang yang berangkat haji juga, sunnah ziarah ke mkam rasululloh dan para sahabat, juga para pejuang muslim lainnya di gunung uhud, setidaknya kita tau dirilah, islam kita itu lewat siapa.?
wali itu ndak butuh di doakan, innalloha wamalaikatahu yusolluna ala nabiy, ya aiyuhaladzina amanu sollu alaihi wasallimu taslima, sebenarnya Alloh dan para nabi itu membacakan doa kesejahteraan pada nabi, wahai orang yang beriman, doakan kesejahteraan dan keselamatan kepadanya, nah dalam tanya kamu, aku akan tanya, kalau cuma wali kan tinggian nabi, kalau terjaganya jelas lebih terjaga nabi, kalau ndak berbuat dosanya dan kesolehannya, jelas solehan nabi, dan kalau di bilang ndak butuh segala macam doa, maka lebih ndak butuh nabi, lalu apa alasannya sampai Alloh sendiri mendoakan, lalu para malaikat juga mendoakan, lalu para orang yang merasa punya iman, di perintah mendoakan? kalau menurut sepengetahuanku, doa, mendoakan, itu tak di lihat dari butuh apa nggak, butuh berdoa, ndak butuh ndak berdoa, kayak mau nambal ban sepeda yang bocor saja, tapi berdoa pda Alloh itu kalau menurutku, di dasari ketaatan

sumber : http://al-makwa.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar