Minggu, 01 April 2012

Punya Niat Berwirausaha? Lakukan 4 Hal Ini

Tidak jarang kita sering menjumpai seseorang yang mengatakan, "Saya akan mencoba berwirausaha suatu saat nanti." Tetapi ketika ditanya di lain waktu, orang tersebut masih mengatakan "suatu saat nanti." Alhasil mayoritas dari mereka justru  tidak pernah mewujudkan niatnya tersebut.
Kebanyakan dari orang kerap dibayangi oleh kekhawatiran akan risiko ini itu. Pikiran orang bahwa usahanya akan gagal sering kali lebih besar ketimbang keinginannya untuk menjadi pengusaha. Menurut Forbes, kemampuan untuk mengambil risiko untuk berwirausaha, sangat sedikit hubungannya dengan kepribadian seseorang. Mengambil risiko untuk berwirausaha lebih besar hubungannya terhadap bagaimana kemampuan aksebilitas dan bagaimana dia mengenal pengalaman berwirausaha.
Mereka yang dapat membayangkan dirinya sedang menjalankan bisnis, dialah yang sering bisa mewujudkan niat wirausahanya. Sedangkan mereka yang selalu dibayangi kekhwatiran bahwa wirausaha adalah sebuah hal yang menakutkan, yang penuh risiko, akhirnya tidak pernah mewujudkan niatnya.
Berikut empat tips yang diharapkan bisa membantu mewujudkan niat wirausaha Anda:

Pertama, cari teman-teman baru. Salah satu cara terbaik untuk mempelajari wirausaha adalah dengan berteman dengan sejumlah pengusaha. Tidak musti berteman dengan pengusaha yang kaya, tetapi bertemanlah dengan pelaku usaha yang biasa di mana dia bekerja untuk dirinya sendiri. Mulai dengan bergaul dengan pengusaha yang dekat dengan tempat tinggal Anda. Itu bisa membantu menciptakan pemikiran, "Jika mereka bisa, maka saya juga."
Bertemulah dengan pelaku usaha dari berbagai industri. Semakin beragam gaya kewirausahaan yang ditemui, maka semakin kaya pengalaman kita.
Lantas bagaimana jika kita tidak kenal satu orang pun pengusaha? Mulailah bertanya dengan orang-orang untuk mengenalkan Anda ke sejumlah pengusaha. Bisa juga dengan mengikuti sebuah kelompok lewat LinkedIn atau Facebook. Cari teman pelaku usaha dari sana. Siapa tahu Anda bisa banyak bertemu pengusaha lewat jejaring sosial tersebut.

Kedua, pilih sejumlah pelaku usaha sebagai panutan. Pelaku usaha yang dijadikan contoh kiranya yang sudah terbukti kesuksesannya di dunia usaha. Mungkin kita tidak bisa berbincang dengan mereka secara dekat, tapi kita bisa melakukan analisa kesuksesannya. Kita bisa memilih sejumlah merek ataupun perusahaan yang kita sukai.
Lalu, coba telaah pemilik usahanya melalui banyak hal seperti situs perusahaannya dan profil pengusahanya di media atau artikel lainnya. Bahkan mungkin ada buku mengenai otobiografi pengusaha tersebut yang bisa kita baca. Pelajari kepribadiannya dan gaya kepemimpinannya yang telah sedemikian rupa membentuk mereka atau perusahaan yang dijalankannya.

Ketiga, coba senangi bisnis kecil sebagai seorang pelanggan. Selain berteman dengan pengusaha, penting juga untuk berhubungan dengan bisnisnya. Tidak perlu langsung berpikir sebuah bisnis besar. Coba lirik sebuah bisnis kecil atau bisnis yang baru saja dimulai yang Anda sukai.
Cari tahu pengalaman atau cerita pemilik usahanya. Apa yang mereka lakukan untuk menjadi berbeda. Lantas berpikirlah sebagai seorang konsumen karena dengan cara itu Anda bisa tahu apa yang menarik yang kiranya bisa diambil sebagai masukan untuk usaha Anda.

Keempat, melawan mitos berbicara bisnis. Maksudnya, sering kali calon pelaku usaha berpikir bahwa dibutuhkan pengetahuan dan keahlian yang mumpuni untuk memulai usaha. Padahal tidak perlu menjadi lulusan MBA untuk berwirausaha.
Apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan berbisnis? Coba berlangganan sebuah majalah bisnis dan baca sesuatu yang Anda suka. Melalui hal itu, Anda bisa melihat bagaimana seseorang mengembangkan bisnisnya ataupun bagaimana menangani suatu masalah dalam berbisnis.
Jika Anda telah mulai berteman dengan pelaku usaha, belajar banyak dengan membaca apa pun, berpikir lebih mengenai seperti apa menjadi seorang pengusaha, maka Anda akan tahu bahwa berbisnis tidak semenakutkan yang Anda pikir selama ini. Anda pun tidak perlu menunggu suatu waktu untuk menjadi wirausahawan, tapi sesegera mungkin.

sumber :  http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/04/01/09301785/Punya.Niat.Berwirausaha.Lakukan.4.Hal.Ini

Minggu, 11 September 2011

Kandungan Dalam Al Qur'an Yang Menuangkan Soal Fungsi Gunung


 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqpYdw8dv1-4TvnDZjhljK8J-HPd19qv8vLU5oGhHy_gMq8VZw0wHp5g15CGEWx-T8r9k8iD_0wnXJFOc3hgutRmUlPUTjMCaNzgooGGltHjcyeImF_XVCW28E0U2qSXeNjNBnN_NwDMM/s400/gunung+singgalang.jpg

Kandungan dalam Al Qur’an yang menuangkan soal fungsi gunung, mengarahkan perhatian kita pada geologis penting dari gunung.



"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..."
(QS. Al Anbiyaa' : 31)

Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut, bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan Bumi. Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapa pun di masa ketika Al Qur’an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern.

Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak Bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung.

Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti, gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah, yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan Bumi.

Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan, sebagai berikut :

Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak Bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305)

Dalam sebuah ayat, peran gunung seperti ini, diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai "pasak" :



"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?; dan gunung-gunung sebagai pasak?"
(QS. An Naba' : 6-7)

Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak Bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan Bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini.

Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak Bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.

Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah "isostasi". Isostasi bermakna, sebagai berikut :

Isostasi : kesetimbangan dalam kerak Bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan, akibat tekanan gravitasi. (Webster's New Twentieth Century Dictionary, 2. edition "Isostasy", New York, s. 975)

Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad lampau sebagai suatu bukti Hikmah Maha Agung dalam ciptaan Allah.

Kandungan Dalam Al Qur'an Yang Menuangkan Soal Lapisan Langit

Kandungan dalam Al-Quran yang menuangkan soal lapisan langit, terdapat pada beberapa ayat. Sebuah fakta tentang fenomena alam semesta, sebagaimana dinyatakan bahwa langit terdiri atas tujuh lapis.

Kata "langit" yang kerap kali muncul dalam ayat-ayat Al Qur’an, digunakan untuk mengacu kepada "langit" yang ada di Bumi dan juga keseluruhan alam semesta. Dengan makna kata seperti ini, diketahui bahwa langit bumi atau atmosfer terdiri dari tujuh lapisan.



"Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. Al Baqarah : 29)

"Allah-lah yang telah menciptakan 7 langit, dan Bumi pun seperti itu pula..."
(QS. Thalaaq : 12)

"Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya."
(QS. Fushshilat : 11-12)



Saat ini benar-benar diketahui, bahwa atmosfir bumi terdiri atas lapisan-lapisan yang berbeda yang saling bertumpukan. Lebih dari itu, persis sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, atmosfer terdiri atas tujuh lapisan.

Dalam sumber ilmiah, hal tersebut diuraikan, sebagai berikut :


Para ilmuwan menemukan, bahwa atmosfer terdiri diri beberapa lapisan. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya.


Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi disebut TROPOSFER. Ia membentuk sekitar 90% dari keseluruhan massa atmosfer.
Lapisan diatas troposfer disebut STRATOSFER.

LAPISAN OZON adalah bagian dari stratosfer, dimana terjadi penyerapan sinar ultraviolet.


Lapisan diatas stratosfer disebut MESOSFER.


TERMOSFER berada di atas mesosfer.


Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut IONOSFER.


Bagian terluar atmosfer Bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan EKSOSFER.
(Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 319-322)


Jika dihitung jumlah lapisan yang dinyatakan dalam sumber ilmiah tersebut, jelas bahwa atmosfer tepat terdiri atas tujuh lapisan, seperti dinyatakan dalam ayat-ayat Al Qur’an. Yang mana lapisan atmosfer menurut pengetahuan modern, yaitu :


1. Troposfer

2. Stratosfer

3. Ozonosfer

4. Mesosfer

5. Termosfer

6. Ionosfer

7. Eksosfer


Hal penting lain dalam hal ini, disebutkan dalam surat Fushshilat ayat ke-12 :

"… Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya."


Allah SWT menyatakan dalam ayat ini, bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas atau fungsinya masing-masing. Sebagaimana dapat dipahami, tiap-tiap lapisan atmosfir ini memiliki fungsi penting yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dan seluruh makhluk hidup lain di muka Bumi.


Setiap lapisan memiliki fungsi khusus, dari pembentukan hujan, hingga perlindungan terhadap radiasi sinar-sinar berbahaya; dari pemantulan gelombang radio, hingga perlindungan terhadap dampak meteor yang berbahaya.


Salah satu fungsi ini, dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah, Atmosfir bumi memiliki 7 lapisan. Lapisan terendah dinamakan troposfer. Hujan, salju, dan angin hanya terjadi pada troposfer.


Demikianlah secara jelas Al Qur’an menerangkan 1.400 tahun yang lalu, bahwa fakta-fakta tentang fenoma alam semesta. Hal ini tentu tidak mungkin ditemukan tanpa dukungan teknologi yang canggih di abad ke-20.


Subhanallah Wa Bi Hamdih